Langsung ke konten utama

TNI AL Batuporon dan FPRB Pamekasan Siapkan 1000 Bibit Mangrove

Pamekasan, Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pangkalan TNI AL Batuporon bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FPRB) Pamekasan, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sabuk Hijau melakukan pembibitan 1000 mangrove, Minggu 23/02/2025. Sementara yang lain sibuk menanam, kami menyiapkan mulai dari bibitnya hingga nanti siap tanam, karena bibit mangrove lumayan susah untuk mendapatkannya.  Demikian disampaikan Letda (P) Anang Satria, Danpos TNI AL Pamekasan saat melakukan pembibitan di Pantai Lembung Galis Pamekasan.  "Mangrove merupakan penyerap karbon terbaik dan penghasil oksigen, jadi penting untuk mengurangi efek perubahan iklim. Oleh sebab itu kami memulai dengan melakukan pembibitan sehingga nanti kami sudah punya bibit yang siap tanam," jelas Anang.  Sementara Budi Cahyono Sekjen FPRB Pamekasan mengatakan, bahwa kolaborasi dengan banyak pihak  dalam rangka mitigasi bencana selalu dilakukan. "Karena b...

FRPB LAKUKAN OPERASI 6 ANAK BIBIR SUMBING

FRPB Pamekasan, Sabtu, 10 April 2021 - Alhamdulillah operasi bibir sumbing gratis yang di inisiasi FRPB bekerja sama dengan beberapa Komponen Relawan berjalan dengan lancar, Kegiatan ini di laksanakan Jumat - Sabtu pada tanggal 9 -10 April 2021 di RS Eka Husada Gersik. 
      Personel FRPB Pamekasan bersama          Pasien Bibir Sumbing setelah di operasi

Kegiatan ini akan terus dilakukan untuk  senyum anak-anak penderita bibir sumbing di Jawa Timur, kegiatan ini juga tidak membebani keluarga pasien, Enam pasien tersebut berasal dari 3 kabupaten yang ada di Jawa Timur.

Pasien yang di lakukan operasi berjumlah 6 (enam) orang yaitu :
1. Hasan , Desa Bilaan Proppo Pamekasan. 
2. Rizki, Tlanakan Pamekasan. 
3. Angga, Tlanakan Pamekasan. 
4. Riyan,  Bandarana Tlanakan Pamekasan. 
5. Ahmad, Pangarengan Sampang. 
6. Naura, Probolinggo. 

Relawan FRPB akan terus bergerak, demi sebuah kemanusiaan, untuk senyum masyarakat dan untuk anak Indonesia yang sehat. Terima kasih kepada RAPI Pamekasan,  Smail Train, Yayasan Anugerah Sentosa, Cahaya Ummat Pamekasan dan RS. Eka Husada Gresik.

Ferry salah satu personel FRPB Pamekasan yang mengawal keenam pasien tersebut berkata, kegiatan ini akan terus di lakukan untuk senyum anak-anak Indonesia, Semoga apa yang kami lakukan bisa bermanfaat bagi sesama.

Penulis : Moh. Syaiful Rizal
Editor    : Syamsul Hidayat

Komentar

  1. Adolescent gamblers can not lose 온라인카지노 their house, or partner or household, or file for bankruptcy, however they'll exhibit adolescent-specific adverse consequences. Gambling at any age is taken into account to be an issue when it interferes with the individual's relationships with friends and family or their college and work obligations. Not only can early playing lead to later playing problems, playing in the course of the formative years can lead to current playing problems. Adults may spend their paycheck on playing when the cash is supposed to pay for meals and housing, whereas Adolescents may wager their pocket cash or their iPod or video game player. Gambling at any group is taken into account to be an issue when it interferes with the individual's relationships with friends and family or their college and work obligations.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

MOSIPENA ADALAH MOBIL EDUKASI PENANGGULANGAN BENCANA

FRPB PAMEKASAN, 28 April 2021 - Provinsi Jawa Timur memiliki potensi bencana yang tinggi setiap tahunnya. Maka dari itu BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Timur Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan terus berupaya untuk berinovasi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana, salah satunya dengan membuat  Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) dan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena). Dengan menggunakan unit kendaraan bernama Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), BPBD Jatim berkeliling ke desa/kelurahan se-Jawa Timur. Mosipena adalah kendaraan yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengedukasi masyarakat tentang manajemen bencana. Mulai dari edukasi gejala terjadinya bencana, penyelamatan diri saat bencana, dan penanganan pasca bencana. Mosipena dilengkapi dengan videotron, standing banner, PC, sound system, lampu penerangan, dan safety cone. Mobil ini juga dilengkapi dengan perpustakaan dengan buku-buku tentang kebe...

FRPB Pamekasan Berikan Doorprize pada Siswa saat Vaksinasi

PAMEKASAN- Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan mendukung penuh vaksinasi Covid-19 sebagai program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.  FRPB Pamekasan saat memberikan Doorprize pada Siswa usai Vaksinasi Salah satu dukungan FRPB Pamekasan dengan menyediakan doorprize bagi siswa yang mengikuti vaksinasi di MAN 2 Pamekasan. "Pemberian doorprize ini sebagai salah satu bentuk dukungan kami para relawan terhadap pemerintah. FRPB menyediakan hadiah ini kepada siswa MAN 2 Pamekasan yang telah melakukan vaksinasi," jelas Budi Cahyono Koordinator FRPB Pamekasan, Kamis (24/09/2021). Budi mengaku bahagia karena pada saat launching sekolah tangguh di MAN 2 Pamekasan tersebut, antusias siswa yang mengikuti vaksinasi luar biasa. "Saya bahagia melihat antusias siswa untuk vaksinasi. Jumlahnya hampir mencapai 500 orang, ini luar biasa. Orang tua dan siswa sangat memahami pentingnya vaksinasi Covid-19," ungkapnya. Kedepan,...

BMKG Perkirakan Suhu Tinggi di Jawa Timur

Pamekasan, Frpb- Suhu udara di wilayah Jawa Timur beberapa hari terakhir tercatat 35-36 derajat Celcius yang terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Fenomena ini akibat gerak semu matahari yang pada tanggal 23 September 2022 lalu berada di garis  ekuator dan saat ini sedang bergerak ke wilayah selatan.  "Pada saat matahari bergerak menuju selatan ekuator akan mengalami titik kulminasi utama yang akan terjadi pada tanggal 11  sampai 14 Oktober di Jawa Timur," kata Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/9/2022). Taufiq menjelaskan bahwa kulminasi merupakan kondisi matahari tepat berada di atas lintang pengamat, sehingga menyebabkan bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpu dengan benda itu sendiri atau hari tanpa bayangan.  Fenomena ini normal terjadi sebanyak dua kali dalam setahun dan tidak berkaitan dengan fenomena gelombang panas, terangnya lagi Meskipun suhu udara diprakirakan masih ...