Pamekasan, Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pangkalan TNI AL Batuporon bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FPRB) Pamekasan, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sabuk Hijau melakukan pembibitan 1000 mangrove, Minggu 23/02/2025. Sementara yang lain sibuk menanam, kami menyiapkan mulai dari bibitnya hingga nanti siap tanam, karena bibit mangrove lumayan susah untuk mendapatkannya. Demikian disampaikan Letda (P) Anang Satria, Danpos TNI AL Pamekasan saat melakukan pembibitan di Pantai Lembung Galis Pamekasan. "Mangrove merupakan penyerap karbon terbaik dan penghasil oksigen, jadi penting untuk mengurangi efek perubahan iklim. Oleh sebab itu kami memulai dengan melakukan pembibitan sehingga nanti kami sudah punya bibit yang siap tanam," jelas Anang. Sementara Budi Cahyono Sekjen FPRB Pamekasan mengatakan, bahwa kolaborasi dengan banyak pihak dalam rangka mitigasi bencana selalu dilakukan. "Karena b...
Jatim, Senin, 12 April 2021 - Guna memudahkan pendataan dan pemetaan relawan yg telah bergerak di wilayah terdampak gempa bumi di Jatim, Senin (12/04/2021), BNPB menggelar rapat Pembentukan Desk Relawan Tanggap Darurat Gempa Jatim 2021.
Rapat yg digelar di Ruang Siaga, Kantor BPBD Jatim Jl. Letjen. S. Parman 55, Waru - Sidoarjo ini dipimpin Kasubdit Pemberdayaan Sumberdaya BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo. Turut mendampingi, Kabid Pencegahan & Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Gatot Soebroto SE, M.PSDM.
Hadir dlm rapat sore itu, Sekjen FPRB Jatim Catur Sudarmanto, Ketua LPBI NU Jatim Saiful Amin, Ketua R-KomPAS Tito Puspita Wibowo, Ketua Wartapala Indonesia Puspita Ningtyas, & perwakilan sejumlah kelompok relawan lain.
Pangarso Suryotomo menjelaskan, rapat ini dimaksudkan utk melakukan pendataan dan pemetaan potensi relawan yg telah turun ke lokasi terdampak gempa.
Pendataan itu nantinya akan dimasukkan dlm aplikasi Desk Relawan Tanggap Darurat Gempa Jatim 2021 yg telah disiapkan BNPB.
Tujuannya, agar para relawan yg terjun membantu korban gempa bisa terindentifikasi jumlahnya & terkoordinasi tugas-tugasnya.
"Sehingga tdk terjadi penumpukan di satu tempat dan kekurangan di tempat yg lain. Jadi ini untuk memanage relawan yg sudah terjun ke lokasi. Bukan utk mengerahkan relawan yg belum beraksi," ujarnya.
Selain rapat pemetaan, relawan yg hadir juga dilatih penggunaan aplikasi Desk Relawan tersebut. Harapannya, mereka nanti bisa menginput sendiri hasil identifikasi relawan di lokasi terdampak gempa. (Yon's)
Komentar
Posting Komentar