Pamekasan, Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pangkalan TNI AL Batuporon bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FPRB) Pamekasan, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sabuk Hijau melakukan pembibitan 1000 mangrove, Minggu 23/02/2025. Sementara yang lain sibuk menanam, kami menyiapkan mulai dari bibitnya hingga nanti siap tanam, karena bibit mangrove lumayan susah untuk mendapatkannya. Demikian disampaikan Letda (P) Anang Satria, Danpos TNI AL Pamekasan saat melakukan pembibitan di Pantai Lembung Galis Pamekasan. "Mangrove merupakan penyerap karbon terbaik dan penghasil oksigen, jadi penting untuk mengurangi efek perubahan iklim. Oleh sebab itu kami memulai dengan melakukan pembibitan sehingga nanti kami sudah punya bibit yang siap tanam," jelas Anang. Sementara Budi Cahyono Sekjen FPRB Pamekasan mengatakan, bahwa kolaborasi dengan banyak pihak dalam rangka mitigasi bencana selalu dilakukan. "Karena b...
FRPB Pamekasan Kamis - Masa penyekatan yang berlangsung lebih dari dua Minggu di Pulau Madura, Jawa Timur, membuat semua pihak berperan ekstra. Mulai dari TNI Polri, pemerintah daerah hingga komponen masyarakat setempat guna membendung lonjakan pandemi Covid-19. 24/06/2021.
Tak terkecuali berbagai peran aktif tersebut juga melibatkan potensi pendukung lainnya dalam masyarakat. Sebut saja para Relawan yang tergabung dalam Forum Relawan Penanggulangan Bencana atau FRPB Pamekasan Jawa Timur yang terus berjibaku ditengah pandemi.
Tak hanya berperan dalam program Desinfeksi Lingkungan dan Pemukiman saja, mereka juga terlibat dalam proses penyekatan sebagai elemen tambahan tim Satgas Covid-19 setempat di Pos Penyekatan Terminal Barang Tlanakan Bumi Gerbang Salam hingga saat ini.
Menurut Budi Cahyono SPV PusdalOps BPBD Pamekasan, keberadaan para relawan ini memang telah menjadi nilai tambah dan keuntungan tersendiri bagi tugas Satgas Covid-19. Pasalnya, dengan berbagai potensinya, semua dengan sukarela terus menjaga kenyamanan dan sterilisasi warga Pamekasan dari pandemi.
"Bahkan mereka beberapa kali menjadi tim penjemput warga Pamekasan yang terjaring penyekatan di Kabupaten lainnya hingga di Suramadu, kemarin," ungkapnya pada media.
Terhitung setidaknya ada 8 orang warga Pamekasan yang telah di jemput oleh tim relawan Berhazmat putih itu selama masa penyekatan. Mulai dari penyekatan di Kabupaten Bangkalan, Wilayah Surabaya hingga terakhir pada warga yang terjaring penyekatan di Pasongsongan, Pantura Sumenep juga.
"Kami bergerak setelah melakukan kordinasi dengan Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan melalui surat tugas resmi untuk Penjemputan Sukarela itu," kata ketua FRPB Pamekasan itu, Kamis pagi.
Rerata para warga yang tertahan di pos Penyekatan Terpadu di tempat tersebut, terkendala di tes rapid antigen acak setempat. Bahkan tak jarang mereka semua yang akan dijemput tim relawan, sudah divonis positif Covid-19 dari hasil uji cepat itu.
"Karenanya dalam setiap penjemputan, tim FRPB selalu memakai Ambulance Relawan, dibekali baju khusus seperti hazmat dan masker standard medis serta atribut lainnya juga. Kemudian setibanya di Pamekasan langsung menetapkan pasien ke Rumah Observasi di Islamic Center Panglegur," tukasnya.
Semua dilakukan dengan pola kordinasi lintas wilayah dan antar Satgas Covid-19 setempat. Kemudian dari informasi itu diteruskan ke Dinas Kesehatan untuk dikeluarkan Surat Perintah Penjemputan dan Surat Tugas pada tim penjemput agar selalu terkoneksi dan terkontrol hingga yang bersangkutan tiba di Bumi Gerbang Salam.
"Satgas penyekatan memberitahukan ke daerah domisili, lalu daerah domisili merespon dan melakukan penjemputan," tuturnya.
Penulis : Khoirul Anam
Editor : Syamsul Hidayat
Komentar
Posting Komentar