Langsung ke konten utama

TNI AL Batuporon dan FPRB Pamekasan Siapkan 1000 Bibit Mangrove

Pamekasan, Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pangkalan TNI AL Batuporon bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FPRB) Pamekasan, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sabuk Hijau melakukan pembibitan 1000 mangrove, Minggu 23/02/2025. Sementara yang lain sibuk menanam, kami menyiapkan mulai dari bibitnya hingga nanti siap tanam, karena bibit mangrove lumayan susah untuk mendapatkannya.  Demikian disampaikan Letda (P) Anang Satria, Danpos TNI AL Pamekasan saat melakukan pembibitan di Pantai Lembung Galis Pamekasan.  "Mangrove merupakan penyerap karbon terbaik dan penghasil oksigen, jadi penting untuk mengurangi efek perubahan iklim. Oleh sebab itu kami memulai dengan melakukan pembibitan sehingga nanti kami sudah punya bibit yang siap tanam," jelas Anang.  Sementara Budi Cahyono Sekjen FPRB Pamekasan mengatakan, bahwa kolaborasi dengan banyak pihak  dalam rangka mitigasi bencana selalu dilakukan. "Karena b...

Berbagai Elemen Lakukan Bersih Sampah di Pamekasan

PAMEKASAN, FRPB – Peringatan World Cleanup Day atau Hari Bersih Sampah Sedunia digelar di Pantai Kotasek, Deda Tanjung, Kec. Pademawu  Pamekasan,  Minggu (25/9/2022). 

Acara tersebut digelar di Pantai Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

Aksi World Cleanup Day itu dimotori oleh Kelompok Peduli Mangrove Madura (KPMM) dengan menggandeng berbagai elemen baik Instansi pemerintah, Aktivis Lingkungan, FPRB, FRPB dan berbagai elemen lainnya.

Ketua KPMM, Dr. Endang Tri Wahyurini mengatakan, aksi ini dalam rangka memperingati World Cleanup Day 2022.

“Pada kesempatan ini, kita menggelar World Cleanup Day di Pantai Kotasek, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan,” katanya.

Menurutnya, aksi ini diharapkan dapat mengurangi adanya sampah yang bertahun-tahun ada di lokasi tersebut.

“Disini ada banyak sampah-sampah plastik, botol minuman yang tadi kita temukan. Selain itu juga ada sampah dari nelayan seperti tali jangkar, bahkan bantal,” ujar dia.

Perempuan yang kerap disapa Endang itu mengungkapkan, sampah merupakan salah satu hal urgen yang perlu ditangani dengan serius dan harus ada penanganan khusus.

“Jadi harapan kami, setiap Desa dapat memiliki penanganan sampah tersendiri, apalagi jika dijadikan sebagai program desa, itu akan lebih baik dan betkelanjutan,” tandasnya.

Sementara Kepala Desa Tanjung, Zabur mengatakan, selain dengan agenda World Cleanup Day ini, langkah yang akan dilakukan pihaknya dalam mengurangi sampah yakni dengan mengadakan aksi bersih-bersih di setiap dusun.

“Nantinya akan diadakan bersih-bersih di tiap-tiap dusun,” katanya.

Zabur menyebutkan, di Desa Tanjung sendiri sudah ada tiga TPS3R, namun diletakkan di tempat wisata.

Sementara untuk Pantai Kotasek sendiri masih belum terjangkau TPS3R. Hal itu terkendala lokasi penempatan TPS3R.

“Disini berkaitan dengan tanah, karena tanah milik pribadi. Jadi, harus ada kesadaran dari masyarakat untuk memberi hibah kepada kami untuk pembangunan tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, adapun berat sampah yang terkumpul sebanyak 2,38 ton. Sampah tersebut akan diangkut dengan dua armada pengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Angsanah, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MOSIPENA ADALAH MOBIL EDUKASI PENANGGULANGAN BENCANA

FRPB PAMEKASAN, 28 April 2021 - Provinsi Jawa Timur memiliki potensi bencana yang tinggi setiap tahunnya. Maka dari itu BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jawa Timur Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan terus berupaya untuk berinovasi memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai mitigasi bencana, salah satunya dengan membuat  Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) dan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena). Dengan menggunakan unit kendaraan bernama Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), BPBD Jatim berkeliling ke desa/kelurahan se-Jawa Timur. Mosipena adalah kendaraan yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengedukasi masyarakat tentang manajemen bencana. Mulai dari edukasi gejala terjadinya bencana, penyelamatan diri saat bencana, dan penanganan pasca bencana. Mosipena dilengkapi dengan videotron, standing banner, PC, sound system, lampu penerangan, dan safety cone. Mobil ini juga dilengkapi dengan perpustakaan dengan buku-buku tentang kebe...

FRPB Pamekasan Berikan Doorprize pada Siswa saat Vaksinasi

PAMEKASAN- Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Kabupaten Pamekasan mendukung penuh vaksinasi Covid-19 sebagai program pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran Virus Corona.  FRPB Pamekasan saat memberikan Doorprize pada Siswa usai Vaksinasi Salah satu dukungan FRPB Pamekasan dengan menyediakan doorprize bagi siswa yang mengikuti vaksinasi di MAN 2 Pamekasan. "Pemberian doorprize ini sebagai salah satu bentuk dukungan kami para relawan terhadap pemerintah. FRPB menyediakan hadiah ini kepada siswa MAN 2 Pamekasan yang telah melakukan vaksinasi," jelas Budi Cahyono Koordinator FRPB Pamekasan, Kamis (24/09/2021). Budi mengaku bahagia karena pada saat launching sekolah tangguh di MAN 2 Pamekasan tersebut, antusias siswa yang mengikuti vaksinasi luar biasa. "Saya bahagia melihat antusias siswa untuk vaksinasi. Jumlahnya hampir mencapai 500 orang, ini luar biasa. Orang tua dan siswa sangat memahami pentingnya vaksinasi Covid-19," ungkapnya. Kedepan,...

BMKG Perkirakan Suhu Tinggi di Jawa Timur

Pamekasan, Frpb- Suhu udara di wilayah Jawa Timur beberapa hari terakhir tercatat 35-36 derajat Celcius yang terjadi di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Fenomena ini akibat gerak semu matahari yang pada tanggal 23 September 2022 lalu berada di garis  ekuator dan saat ini sedang bergerak ke wilayah selatan.  "Pada saat matahari bergerak menuju selatan ekuator akan mengalami titik kulminasi utama yang akan terjadi pada tanggal 11  sampai 14 Oktober di Jawa Timur," kata Kepala Stasiun BMKG Juanda, Taufiq Hermawan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/9/2022). Taufiq menjelaskan bahwa kulminasi merupakan kondisi matahari tepat berada di atas lintang pengamat, sehingga menyebabkan bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpu dengan benda itu sendiri atau hari tanpa bayangan.  Fenomena ini normal terjadi sebanyak dua kali dalam setahun dan tidak berkaitan dengan fenomena gelombang panas, terangnya lagi Meskipun suhu udara diprakirakan masih ...