Pamekasan, Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Pangkalan TNI AL Batuporon bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FPRB) Pamekasan, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Sabuk Hijau melakukan pembibitan 1000 mangrove, Minggu 23/02/2025. Sementara yang lain sibuk menanam, kami menyiapkan mulai dari bibitnya hingga nanti siap tanam, karena bibit mangrove lumayan susah untuk mendapatkannya. Demikian disampaikan Letda (P) Anang Satria, Danpos TNI AL Pamekasan saat melakukan pembibitan di Pantai Lembung Galis Pamekasan. "Mangrove merupakan penyerap karbon terbaik dan penghasil oksigen, jadi penting untuk mengurangi efek perubahan iklim. Oleh sebab itu kami memulai dengan melakukan pembibitan sehingga nanti kami sudah punya bibit yang siap tanam," jelas Anang. Sementara Budi Cahyono Sekjen FPRB Pamekasan mengatakan, bahwa kolaborasi dengan banyak pihak dalam rangka mitigasi bencana selalu dilakukan. "Karena b...
FRPB Pamekasan - FPRB Pamekasan mengirimkan 5 Orang Relawan perwakilan mitra seperti Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB), Indonesia Escorting Ambulans (IEA) Pamekasan pada Jambore Pengurangan Resiko Bencana Jawa Timur.
Kontingen Pamekasan langsung dipimpin oleh Sekretaris FPRB Pamekasan Ibu Chandra Kirana. Tim berangkat dari Sekretariat FRPB Pamekasan Jl. KH. Agus Salim Gang 5 no 53 Pamekasan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Hari Jum’at hingga Minggu, 18 dan 20 Agustus 2023 Bertempat di Wana Wisata Coban Putri, Kota Batu.
Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur menggelar Jambore Relawan 2023 sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kapasitas relawan penanggulangan bencana dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Sekjen FPRB Pamekasan, mengatakan “Apresiasi kepada seluruh relawan yang mengikuti Jambore. Ini menunjukkan bahwa relawan di Pamekasan selalu berkomunikasi dan bersinergi, serta selalu siap siaga menghadapi bencana yang mungkin terjadi,” kata Budi Cahyono
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi. Menjelaskan bahwa Jambore Forum Relawan Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jawa Timur yang digelar di Coban Putri Batu mendapat apresiasi tersendiri.
“FPRB Jawa Timur sudah bagus artinya sudah jalan, tinggal meningkatkan kapasitas mereka untuk menjadi tenaga yang profesional, kegiatannya banyak. Apalagi kegiatan jambore saat ini, luar biasa,” ucapnya.
Prasinta mengatakan, relawan adalah mitra Penanggulangan Bencana, karena Penanggulangan Bencana adalah urusan bersama.” Katanya.
Ketua FPRB Pamekasan menjelaskan “untuk kepengurusan FPRB saat ini sudah terbentuk di level kabupaten/kota, dari 38 daerah se-Jatim, sebanyak 7 daerah yang belum memiliki FPRB.
Jambore yang bertema “Humanitarian Word Day” dihadiri 500 peserta dari perwakilan FPRB dan komunitas relawan se-Jawa Timur.
“Pilihan tema kemanusiaan pada jambore ini juga sangat luar biasa untuk memperingati hari kemanusiaan se-dunia,” kata Budi Cahyono yang juga Koordinator FRPB Pamekasan.
Chandra Kirana sekretaris FPRB Pamekasan mengatakan “Penanggulangan Bencana harus melibatkan pentaheliks, kita saling bersinergi dan berkolaborasi dalam penanggulangan bencana, baik pra, saat, dan pasca bencana,” tuturnya.
Di tempat yang sama Zain Matin Septa salah satu relawan FRPB merasa senang karena bisa ikut jambore ini, jambore ini adalah pengalaman keduanya, semoga kami bisa membawa ilmu dan pengalaman untuk dibagikan kepada relawan lainnya ” tutupnya.
Komentar
Posting Komentar